Persembahan Sepersepuluhan, Apakah Sebuah Kewajiban Bagi Umat Kristen ?

T
Tamara Kainama
08 July 2025, 15:03 WIT
429 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura – Warga Jemaat Gereja Kristen Injili Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua belajar untuk menyadari persembahan sepersepuluhan sebagai ungkapan syukur dan tanggung jawab Iman sesuai tema ibadah pagi.

Ajaran itu disampaikan oleh Pendeta Rudy Krebu saat memimpin ibadah pagi, Minggu (6/7/2025) pukul 09.00 WIT.

Mengawali khotbah yang disampaikan dalam dua pembacaan Kitab Ulangan 14: 22-29; 26: 12-15, beliau menyampaikan bahwa Persepuluhan merupakan wujud dari iman umat Kristen sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

“Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan, salah satu wujud nyata dalam kehidupan iman itu adalah memberi Persembahan yaitu Persembahan Sepersepuluhan. Konteks dalam memberikan persembahan bukan hal yang baru, tetapi sejak masa Kain dan Habel mereka sudah memberikan persembahan bukan dalam bentuk uang melainkan hasil tanah dan peternakan mereka kepada Tuhan,” ujarnya.

Masih dalam khotbahnya, persembahan sepersepuluhan bukan hanya kewajiban ritual melainkan ungkapan syukur yang lahir dari iman dan tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama.

Ulangan 14 ayat 24, ditekankan bahwa sepersepuluhan bukan hanya kewajiban tetapi perayaan syukur dalam relasi hubungan dengan Tuhan, serta bentuk tanggung jawab sosial umat Kristen.

 “Tuhan sesungguhnya tidak membutuhkan harta kita melainkan ingin membentuk umat-Nya menjadi orang-orang yang murah hati, peduli terhadap sesama, serta mengambil bagian dalam perluasan pelayanan di tengah-tengah dunia sehingga Persembahan sepersepuluhan menjadi bagian penting dari rohani umat Kristen,” kata Rudy.

Ditambahkan dalam kitab 1 Tawarikh 29: 14, Rudy menyampaikan bahwa persembahan sepersepuluhan hendaknya diberikan dengan sukacita bukan karena paksaan. 

“Persembahan sepersepuluhan bukan pajak gereja atau bentuk tekanan, tetapi dikatakan sisilah dan berikan. Melainkan persembahan sepersepuluhan merupakan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan karena kita lebih dulu menerima dari Tuhan. Hendaknya kita memberikan dengan sukacita dan kerelaan hati,” katanya.

“Dengan memberikan persembahan sepersepuluhan kita hendak menunjukkan bahwa kita taat pada Firman Tuhan, meskipun secara manusiawi tampak berat,” sambung Rudy.

Selain itu, kata dia, segala sesuatu yang kita miliki itu hanya titipan dan pemberikan dari Tuhan sehingga jemaat harus peduli dengan kasih yang tulus kepada orang di sekitar mereka yang lebih membutuhkan.

Selanjutnya, Rudy menekankan bahwa persembahan sepersepuluhan merupakan sukacita bersama dihadapan Tuhan yang tentu saja ditujukan bagi pelayanan rohani dan keperluan sosial. Bukan saja pelayanan tersebut diberikan kepada jemaat gereja, melainkan orang di sekitar kita yang membutuhkan. Sehingga kita menjadi saluran berkat bagi sesama dan Nama Tuhan di muliakan.

“Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa persembahan sepersepuluhan bukan sebagai beban tetapi sebagai kesempatan untuk menyatakan syukur, kesempatan untuk membangun dan memperkuat iman dalam Tuhan,  kesempatan untuk mejadi saluran berkat bagi sesama,” ujarnya

Menutup khotbah, Rudy mengajak warga jemaat untuk memberikan persembahan sepersepuluhan dengan benar. Jika belum, mari kita berikan dengan benar sesuai dengan kerelaan hati kita. Jangan memberikan persembahan sepersepuluhan dengan motivasi-motivasi yang lain, melainkan memberikan sebagai bentuk iman dan tanggung jawab kita terhadap Tuhan dan sesama.

“Semoga persembahan pemberian kita apapun itu, entah persembahan sepersepuluhan, persembahan kasih dan keadilan, persembahan untuk pembangunan atau aksi dana untuk pelunasan tanah haruslah merupakan wujud kasih, ketulusan, kesetiaan, dan ketaatan kita kepada Tuhan,” tegas Rudy.

TAGS: #P2J #GkiSiloamWaena