Ibadah Pertama, Kedua dan Ketiga di Jemaat Siloam menggunakan tata ibadah minggu ke 4 (keempat) dengan unsur-unsur ibadah dalam kontekstual berdasarkan spiritualitas GKI di Tanah Papua.
Busana yang digunakan yaitu Batik Papua, musik tradisional dan orgen, nyanyian lagu rohani dalam bahasa daerah.
Lagu bahasa Sentani, Biak, Jawa, Toraja, Batak dan bahasa Indonesia. Menggunakan Pengakuan Iman GKI di Tanah Papua. Pada bagian Votum dan Salam warga Jemaat diberikan waktu untuk bersalam-salaman.
"Tidak terasa kita sudah berada di minggu ke 30 di bulan Juli, pada minggu keempat hari ini. Kita sudah mengikuti setiap bentuk-bentuk ibadah sesuai dengan kalender GKI, yang mana minggu pertama dengan mengucapkan pengakuan iman Rasuli, minggu kedua Nicea Konstantinopel, dan minggu ketiga kita menyanyi nyanyian Rohani nomor 77 dan minggu keempat dalam bentuk Kontekstual," kata Pdt. Yosina Redjauw, S.Si, dalam pembukaan khotbah Ibadah Minggu 23/7/2023.
Lanjut Pdt. Yosina mengatakan, Ibadah ini ada Pengakuan Iman Rusuli GKI di tanah Papua. Kolaborasi dari memakai baju batik papua, tapi juga disisipkan nyanyian-nyanyian rohani dalam bahasa daerah.
"Mungkin ada nyanyian rohani dalam bahasa daerah yang belum kami masukan tapi, ini terus berlangsung selama 5 (lima) tahun pasti akan dimasukan karena kita sudah punya satu minggu untuk ibadah kontekstual," ucapnya.
Pembacaan Alkitab secara sinodal untuk minggu keempayt terdapat dalam kitab Mazmur 104:1-35, tema Bertemu Tuhan di alam semesta.
Diketahui bahwa Ibadah kedua minggu pagi jam 9 (sembilan), jumlah kehadiran laki-laki 169 orang, perempuan 221 orang, anak-anak 24 orang dan yang mengikuti secara live streaming 77 orang, total keseluruhan 491 orang. (*)